Showing posts with label 2012. Show all posts
Showing posts with label 2012. Show all posts

Tuesday, June 17, 2014

Astrid Zeng - Bella and The Beast

Judul : Bella and The Beast
Penulis : Astrid Zeng
Penerbit : Gramedia
Tanggal Terbit : Maret 2012
Halaman : 256
Genre : Contemporary Romance


Overall rate : 3 of 5

Demetri kehilangan segalanya dalam kecelakaan. Tragedi itu bahkan menyisahkan luka lain yang terparut jelas di wajahnya. Mantan tunangannya yang lari karena mengira dia bangkrut dan hanya menyisakan wajah buruknya, semakin menambah kebencian Demetri pada hidupnya.

Tawaran menikahi Bella adalah keputusan spontan Demetri untuk memberi kesan pada dunia bahwa ia masih memiliki hati dan bukan Frankenstein menyeramkan seperti yang dituduhkan mantan tunangannya.

Tapi dengan berjalannya waktu yang ia habiskan bersama Bella, Demetri mulai mempertanyakan benarkah ia hanya menginginkan Bella untuk menipu lawan bisnisnya ataukah ia sebenarnya masih memiliki hati?


Tuesday, July 9, 2013

Ika Natassa - Antologi Rasa

Judul : Antologi Rasa
Penulis : Ika Natassa
Penerbit : Gramedia
Tanggal Terbit : September 2012
Halaman : 344
Genre : Contemporary Romance
Overall rate : 1 of 5

HARRIS
We’re both just people who worry about the breaths we take, not how we breathe. How can we be so different and feel so much alike, Rul? Dan malam ini, tiga tahun setelah malam yang membuat aku jatuh cinta, my dear, dan aku di sini terbaring menatap bintang-bintang di langit pekat Singapura ini, aku masih cinta, Rul. Dan kamu mungkin tidak akan pernah tahu. Three years of my wasted life loving you.

RULY
Yang tidak gue ceritakan ke Keara adalah bahwa sampai sekarang gue merasa bahwa mungkin satu-satunya momen yang bisa mengalahkan senangnya dan leganya gue subuh itu adalah kalau suatu hari nanti gue masuk ke ruangan rumah sakit seperti ini dan Denise sedang menggendong bayi kami yang baru dia lahirkan. Yang tidak gue ceritakan ke Keara adalah rasa hangat yang terasa di dada gue waktu suster membangunkan gue subuh itu dan berkata, “Pak, istrinya sudah sadar”, dan bahwa gue bahkan tidak berniat sedikit pun untuk mengoreksi pernyataan itu. Mimpi aja terus, Rul.

KEARA
Senang definisi gue: elo tertawa lepas. Senang definisi elo? Mungkin gue nggak akan pernah tahu. Karena setiap gue mencoba melakukan hal-hal manis yang gue lakukan dengan perempuan-perempuan lain yang sepanjang sejarah tidak pernah gagal membuat mereka klepek-klepek, ucapan yang harus gue dengar hanya, “Harris darling, udah deh, nggak usah sok manis. Go back being the chauvinistic jerk that I love.” That’s probably as close as I can get to hearing that she loves me.

Tiga sahabat. Satu pertanyaan. What if in the person that you love, you find a best friend instead of a lover?

--

**SPOILER ALERT**
Wah, baru pertama kali nih baca novel aku kasih satu bintang. Aku suka dengan gaya penulisan Ika Natassa, tapi kenapa di Antologi Rasa (AR) ini dia menciptakan karakter yang sangat tidak aku sukai? Rasanya pas udah setengah buku, bukunya pengen aku lempar ke tembok (literally), cuma gak bisa karena nih buku pinjam punya Mbak Dewi =P

Jika di buku A Very Yuppy Wedding, Divortiare, dan Twivortiare, aku mengalami semua perasaan dan klepek-klepek sama semua karakter cowoknya (Oh, Beno! Oh, Adjie!), di AR, semua karakternya pengen aku tendang jauh-jauh. Di AR, yang pengen aku bilang ke karakternya tuh "Get grip of yourself and move on! Damn!"

Berikut adalah urutan ketidaksukaanku pada karakternya diurutkan dari yang paling tidak terlalu menyebalkan:

Monday, June 10, 2013

Rangga Wirianto Putra - The Sweet Sins

Judul : The Sweet Sins
Penulis : Rangga Wirianto Putra
Penerbit : Diva
Tanggal Terbit : Oktober 2012
Halaman : 428
Genre : LGBT; Contemporary Romance
Overall rate : 4 of 5


Setelah sekian lama, baru hari ini aku membaca sebuah novel yang dapat membuatku meneteskan air mata.

Reino bertemu dengan Ardo dalam kondisi yang menyedihkan. Reino babak belur dan Ardo yang kebetulan melihatnya, merawat mahasiswa itu. Reino mendapatkan kebersamaannya dengan Ardo membuatnya utuh. Hatinya yang kosong, terisi dengan penuh saat bersama pria pembawa acara tersebut.

Dan ketika keduanya menyadari penyimpangan dan perasaan mereka dan berusaha untuk menjalaninya bersama, sebuah rintangan menghalangi usaha mereka.

Penulis cerita LGBT yang aku tahu di Indonesia adalah Andrei Aksana dengan Lelaki Terindah-nya. Namun, kini bertambah lagi penulis yang aku tahu yang menceritakan penyimpangan seksualitas manusia, yaitu Rangga Wirianto Putra.

Menurutku sepertiga bagian pertama agak sedikit membosankan. Cerita mengenai pertemuan Rei dan Ardo, dan bagaimana mereka akhirnya menyatakan perasaan masing-masing. Namun setelah kebersamaan mereka, di situ lah ceritanya mulai mencabik-cabik dan air mataku pun menetes. Cinta bukan hanya mengenai perjuangan dan mempertahankan, tapi juga mengenai melepaskan.

Hati manusia mana yang tidak terluka ketika mereka diminta untuk memilih antara kebahagiaannya atau permintaan orang tua yang sudah sekarat? Hati pasangan mana yang tidak ikut terluka melihat pasangannya sengsara? Dan hanya ada satu pilihan, melepaskannya.

Melepaskan orang yang kita cintai adalah memang bukti dan pengorbanan yang paling besar bahwa kita mencintainya. Baca cerita The Sweet Sins ini membuatku memahami banyak perspektif mengenai mencintai dan hidup.

Menutup buku ini rasanya masih sakit, tapi sakit yang bisa dipahami. Aku suka dengan endingnya yang bisa dibilang adil bagi kedua belah pihak walaupun aku berharap keduanya dapat menemukan kebahagiaan di masa mendatang. So, two thumbs up untuk Rangga yang berhasil merangkum cerita dengan emosi yang menghanyutkan.

Oh ya, novel ini cukup vulgar ya buatku. Ada beberapa penggambaran adegan seksual. Terus percakapannya juga cukup blak-blakan dan mungkin bagi beberapa orang agak kasar. Lalu ada satu hal yang mengganggu aku, yaitu kata-kata "Sayangnya aku sedang apa?" Kata 'sayangnya aku' itu kenapa gak pakai kata 'sayangku' aja ya? Heheheheheh...

Overall, it's a nice story dan emosi karakternya benar-benar terasa :)

P.S.: Terima kasih kepada Mas Dion dan Diva Press yang telah memberikan aku kesempatan untuk membaca dan mereview novel ini :)

Thursday, May 16, 2013

Ika Natassa - Twivortiare

Judul : Twivortiare
Penulis : Ika Natassa
Penerbit : nulisbuku
Tahun terbit : Januari 2012
Halaman : 283
Genre : Contemporary Romance
Overall rate : 4 of 5











Baca buku lanjutan Divortiare ini berhasil membuatku tertawa dan nangis.

Jadi ceritanya kali ini si Alexandra merit lagi lah sama Beno Wicaksono. Yah gimana pun mereka masih saling cinta lah. Even me as a reader can see it clearly!

Di sini ceritalah si Lexy dengan menggunakan twitter mengenai kehidupan pernikahan mereka yang kedua. Mereka memang semakin dewasa, tapi kadang-kadang masih kekanak-kanakan. Mungkin karena perbedaan umur yang cukup jauh kali ya? Untungnya Beno ini emang dewasa banget.

Gak ngerti kenapa, Beno di sini adorable banget dibandingkan di buku pertama sampe aku ngerasa si Lex gak pantas dapetin dokter bedah itu. Tapi kalo dipikir-pikir lagi, Lex dan Beno emang cocok. Saling memahami satu sama lain.

Aku antara envy dan benci ama Lex. Dia bisa sabar banget terhadap profesi Beno yang bisa dibilang menyita lebih dari setengah waktu dimana dia seharusnya bersama istrinya. Dan Lex bisa sabar banget sama pria yang gak bisa diajak bercanda. Suram juga ya. Tapi yaaaaa... ngebaca cara Beno menyayangi dia, ya ampun melting abissss (please exclude the way he asked her to report anything to him. It's a big NO! Tho' maybe it's his way to show that he care and he wanted her to know that he also think about her.)

Cuma satu yang aku sebel di cerita Lex - Beno. Kalo mereka ngambek mbok ya gak perlu kabur-kaburan gitu. Malu ama umur. Hahahahaha... Yah buatku sih ya kalo ada masalah ya harusnya dibicarain toh. Bukan malah diperbesar atau kalau emang butuh waktu sendiri, ya pisah kamar aja. Entah ya, buatku sih kalo mau nenangin diri, bukan berarti harus kabur dari tempat tinggal bersama (walaupun kaburnya ke rumah mereka yang lain sih).

Yang bikin gue nangis? Ya itu pas Beno minta maaf ke Lex pake surat. Langsung deh meler. Ya ampun Beno, walaupun mukamu lempeng, tapi cintamu hanya untuk Lexy. Hikssss...

Yang bikin aku ketawa itu pas Lex cerita soal cara Beno ngelamar dia. Aku sampe geleng-geleng kepala. Straightforward banget. Tapi mungkin itu yang bikin cowok satu ini jadi tak dapat ditolak =)
Overall, aku suka banget denga cerita Twivortiare. Chemistry kedua karakter terasa banget. Sukses bikin ketawa dan nangis. Aku berharap ada buku ketiganya dan di situ Lex dan Beno mendapatkan "Fotokopi Ayah"-nya =)

Yang aku sayangkan adalah karena dalam satu kalimat, kadang Ika Natassa menulis campur Inggris dan Indo yang terkadang bikin aku mengernyit bacanya. Kayak lagi mengendarai mobil di jalan mulus terus agak ngebut, eh di tengah jalan ada lubang kecil yang bikin sedikit ngerem. Hehehehehe...

Ada satu quote yang sebenarnya agak nancep buat aku:
Orang-orang cenderung melihat kebahagiaan itu dari apa yang belum mereka punya, padahal seharusnya kebahagiaan itu dinilai dari apa yang kita sudah punya."
Dewasa sekali bapak dokter bedah kita ini...

Monday, January 21, 2013

Kathryn Littlewood - Bliss [The Bliss Bakery #1]

Judul : Bliss
Seri : The Bliss Bakery #1
Penulis Kathryn Littlewood
Penerbit : Noura Books
Tanggal terbit : Desember 2012
Halaman : 320
Genre : Fantasy; Young Adult
Overall rate : 3 of 5









Yeay, aku baca buku ini pinjam dari temenku =)
Sebenarnya waktu pertama kali lihat buku ini sih naksir ama covernya dan biru-biru halamannya itu. Keren. Heheheheheh..

Keluarga Bliss menggunakan nama rempah untuk semua anaknya. Ada Thyme (Ty), Rosemary (Rose), Sage, dan Leigh. Ty yang tampan, Sage yang lucu, dan Leigh yang menggemaskan. Hanya Rose yang merasa dirinya biasa-biasa saja dan terkadang merasa diabaikan.

Dulu, Rose pernah melihat orang tuanya meracik kue dan ternyata menggunakan SIHIR. Well, Rose penasaran ingin melakukannya, tapi kedua orang tuanya masih belum mengizinkan. Dan kini, Rose diberikan kunci yang ternyata merupakan kunci menuju ruangan penyimpanan buku resep yang legendaris itu.

Orang tua Rose harus pergi ke kota sebelah selama satu minggu untuk menyembuhkan penyakit yang menyerang kota tersebut. Rose lah yang diberikan mandat untuk menjaga buku tersebut. Tapi siapa yang menyangka, salah seorang bibinya datang di saat kedua orang tuanya tak ada dan berusaha mengambil hati Ty dan adik-adiknya, bahkan Rose sendiri.

Yang namanya godaan untuk mencoba resep sihir itu tak bisa ditahan. Jadi, Rose dan Ty bereksperimen dengan resep tersebut. Yang terjadi adalah malapetaka, dan setiap kali mereka berusaha memperbaikinya, malah muncul malapetaka lainnya.

Haruskah Bliss bersaudara memercayakan resep sihir itu kepada bibi yang tak pernah diakui oleh orang tuanya untuk memperbaiki keadaan saat itu? Bagaimana jika sang bibi menginginkan buku itu untuk dirinya sendiri?

Ceritanya pure fantasy. Walaupun begitu, ceritanya menyenangkan sih. Lucu juga pas mereka menggunakan kue yang untuk mengatakan kejujuran. Aku baru sadar kalau ternyata ceritanya pendek, namun Noura Books membuat tulisannya cukup besar sehingga gak susah bacanya dan jadinya malah cukup tebal bukunya =P

Overall, emang ceritanya buat anak-anak sih... Tapi buat yang suka fantasi, buku ini boleh coba dibaca =)




View all my reviews

Tuesday, January 8, 2013

Alison Goodman - Eona [Eon #2]

Judul : Eona
Seri : Eon #2
Penulis : Alison Goodman
Penerbit : Mizan
Tanggal Terbit : Juli 2012
Halaman : 672
Genre : Young Adult; Fantasy
Overall rate : 5 of 5










KERENNNN!!!
Pokoknya keren abis buku satu ini. Aku sampai bingung mau mulai menulis review dari mana. Hmmm...

Buku satunya diakhiri dengan Lord Sethon menguasai kekaisaran, semua pengikut kaisar lama dibunuh, bahkan Putri Jilla dan anaknya yang masih bayi pun dibunuh. Kini, Eona harus mencari sang putra mahkota yang melarikan diri entah dimana. Hanya Kygo, putra dan pengganti sang kaisar lah yang dapat menghentikan kekejaman Lord Sethon.

Eona (punggawa Naga Kembar) dan Lord Ido (sang punggawa Naga Tikus, yang berada di dalam penjara Lord Sethon) adalah dua punggawa naga yang masih hidup. Melalui mata batinnya Eona dapat mengetahui bahwa Ido masih hidup walaupun sekarat.

Selain menemukan Kygo, Eona juga harus menemukan manuskrip hitam yang dibawa oleh Dillon. Manuskrip itu perlahan-lahan membuat sahabatnya itu menjadi gila dan berubah menjadi seorang pembunuh.

Eona membutuhkan Lord Ido untuk melatih dirinya menguasai kekuatan sang Naga. Tapi, apakah Ido memiliki hati nurani ataukah dirinya masih haus kekuasaan seperti dulu? Jika Ido memang jahat, mengapa pria itu menolongnya dari serbuan 10 Naga yang tengah bersedih kepada naganya?

Lalu, bagaimana dengan Kygo? Bagaimana dengan kekaisaran? Mampukah Eona memercayakan semuanya kepada dirinya dan Ido? Mampukan Eona mengalahkan Lord Sethon?

---

Pokoknya karya Alison Goodman (AG) satu ini harus dibaca buat para penggemar fantasi. Sampai saat ini aku masih kebayang-bayang sama ceritanya, adegannya, dan romansanya.

Alur ceritanya enak banget buat diikutin, bahkan bisa dibilang, aku terserap di dalam ceritanya. Adegan yang paling membuatku merinding adalah adegan mutiara kerajaan ditanamkan di leher Kygo. Aku sampai megang-megang leher sendiri dan meringis. Kenapa? Baca sendiri pokoknya. Hahahahahah...

Perang di sini juga seru. Lebih seru dari buku satu. Bukan hanya para naga dan tentara saja yang perang, tapi juga perang batin Eona. Di sini banyak banget pergulatan batin Eona. Kebimbangannya. Cinta dan gairahnya untuk dua orang pria yang disayanginya. Yep, romansanya lebih terasa di buku kedua ini.

Cerita dalam buku Eona ini lebih miris. Banyak duka yang tercurah dalam satu buku ini (cekileh... bahasaku "tercurah"). Karakter pendukung dalam cerita ini juga keren-keren kayak Dela, Ryko, Tozay, Dillon, dan lainnya.

Pokoknya keren deh semuanya. Yang belum baca, harap SEGERA dibaca ya!!

Wednesday, October 17, 2012

Alison Goodman - Eon [Eon #1]

Judul : Eon
Seri : Eon #1
Penulis : Rick Riordan
Penerbit : Mizan
Tanggal Terbit : Maret 201
Halaman : 577
Genre : Young Adult; Fantasy
Overall rate : 4 of 5









Yang menarik perhatianku saat melihat buku ini adalah covernya cakep banget. Baca sinopsisnya membuatku lebih tertarik lagi karena membahas mengenai astrologi Cina. Tahu kan tentang shio-shio berdasarkan tahun lahir itu? Nah Alison Goodman (AG) membuat cerita berdasarkan hal tersebut.

Eona adalah seorang gadis berumur 16 tahun yang bertekad untuk menjadi seorang punggawa Naga. Namun, seorang perempuan tidak dapat dipilih menjadi punggawa Naga, oleh sebab itu di bawah tuntunan gurunya yang ambisius, Eona membuang sisi wanitanya dan berubah menjadi seorang anak laki-laki berumur 12 tahun bernama Eon.

Eon berharap untuk menjadi seorang punggawa Naga Tikus, jika dia gagal, dirinya akan dibuang ke tambak garam. Kematian lebih menyenangkan daripada kembali ke tempat gelap itu. Namun ketika pemilihan punggawa Naga, ternyata bukan Naga Tikus yang memilihnya melainkan Naga Kembar yang telah menghilang selama 500 tahun.

Bukan hanya Eon yang takjub, semua orang juga kaget, dan sang kaisar mulai memiliki harapan. Bukan sebuah rahasia lagi bahwa adik Kaisar, Lord Sethon, menginginkan takhta kerajaan. Kaisar mengharapkan Eon memihak pada dirinya dan melindungi negara tersebut. Bahkan anak Kaisar, Pangeran Kygo, juga mengharapkannya untuk mendukung Kaisar.

Eon memang memihak pada kekaisaran dan berusaha menghentikan Sethon dan anteknya, Lord Ido sang punggawa Naga Tikus, menghancurkan negara itu. Dibantu oleh Ryko dan Putri Della serta para punggawa Naga lainnya, Eon mulai belajar untuk menjadi punggawa Naga Kembar dan protokol dalam kerajaan.

Namun hidup Eon tidak lah tenang, bukan hanya gangguan dari Lord Ido, dirinya sendiri tak mengetahui nama sang Naga Kembar. Tanpa nama itu, dia tak dapat memiliki kekuatan apa pun. Belum lagi, jika jati dirinya yang sebenarnya diketahui, sang Kaisar akan membunuhnya karena mengkhianati kerjaan.

--

Baca buku ini membuatku berulang kali melihat lingkaran shio. Kebetulan aku memahami sedikit mengenai astrologi ini. Perbedaan 4 tahun adalah perbedaan yang bagus dan untuk pasangan merupakan pasangan yang paling cocok.

Kebetulan naga tikus berbeda 4 tahun dengan naga kembar dan sepertinya AG merencanakan ada sedikit romansa di seri Eon ini. Yang aku bingung kenapa dibuat saling bermusuhan ya? Hahahahaha...

Aku suka dengan sifat karakter yang dibangun oleh AG dalam buku ini. Yang jahat, jahat banget... Yang baik juga baik banget... Pokoknya gampang banget deh mendalami sifat-sifat karakter di buku ini.

Selain itu ceritanya juga mengalir dengan tetap, tidak terlalu lambat, tidak terlalu cepat sehingga membuatku terhanyut dan membuat penasaran banget tiap kali harus meletakkan buku ini.

Lalu kenapa aku gak kasih bintang 5? Endingnya kurang memuaskan buatku. Kok rasanya gampang banget Ido berubah.[ Kok rasanya gampang banget si Ido berubah. (hide spoiler)]

Gak sabar buat baca buku keduanya. Pengen ngintip ending dari buku ini ^^

Saturday, October 13, 2012

Rick Riordan - The Throne of Fire [Kane Chronicles #2]

Judul : The Red Pyramid
Seri : Kane Chronicles #2
Penulis : Rick Riordan
Penerbit : Mizan
Tanggal Terbit : Oktober 2011
Halaman : 518
Genre : Young Adult; Fantasy
Overall rate : 4 of 5









Buatku, buku keduanya lebih bagus dari buku satu. Lebih banyak emosi yang muncul. Sedih, bahagia, lucu, cinta, patah hati, pengorbanan, dan tentunya rasa penasaran. Rick Riordan sangat ahli dalam meramu semua ini dalam mitologi Mesir dan membuat pembacanya terus membalik halaman The Throne of Fire.

Memutuskan untuk melepaskan Horus dan Isis dari diri mereka, kini Carter dan Sadie harus belajar dan berjuang sendiri dengan sihir yang mereka miliki. Tapi kini mereka tidak hanya berdua, ada penyihir-penyihir muda yang berhasil mereka kumpulkan melalui rekaman yang mereka sebarkan (baca buku satu).

Apophis, musuh Ra, ular yang berusaha dibunuh oleh Bast sampai dia dilepaskan dari penjara itu oleh ibu Carter dan Sadie, berusaha untuk menghancurkan dunia. Ekuinos akan terjadi 5 hari lagi. Horus memperingatkan Carter bahwa pertahanan yang dibuat untuk Apophis akan melemah. Carter dan Sadie berusaha mencegah keluarnya dewa Kehancuran itu dengan membangkitkan dewa Keteraturan, Ra.

Untuk membangkitkan Ra, mereka harus mengumpulkan 3 kitab Ra. Tidak semudah yang mereka bayangkan, bukan hanya dewan Kehidupan yang menentang, tapi dewa-dewi pun sepertinya setuju bahwa sebaiknya Kane bersaudara tidak membangkitkan Ra.

Selain itu, Carter yang berusaha mencari Zia berhasil menemukan di mana wanita yang dicintainya itu berada. Namun informasi itu berasal dari Set. Dapatkah Set dipercaya? Benarkah ini bukan akal-akalan Set untuk mencegah Carter menemukan kitab Ra? Berhasilkah mereka membangkitkan Ra? Pengorbanan apa yang harus mereka lakukan?

--

Penasaran? Baca lah The Throne of Fire. Novel fantasi ini berhasil membuatku rela tidur pagi demi menyelesaikan setengah buku terakhir ^^

Seperti yang aku katakan sebelumnya, di sini Rick Riordan banyak mengolah emosi dibandingkan buku satu. Tapi sayangnya action lebih sedikit, namun itu diimbangi oleh perasaan yang muncul untuk tiap karakter dalam buku ini.

Setelah selesai membaca buku dua ini, rasanya pengen ultimatum Mizan supaya cepetan terbitin buku tiga. Penasaran abis. Endingnya sih gak cliff hanger, tapi tetap menyimpan rasa penasaran untuk karakter-karakter baru dalam buku ini. Peran apa yang sebenarnya direncanakan oleh Rick Riordan untuk mereka? Bagaimana cara Kane mengalahkan Apophis?

Yah, terpaksa harus bersabar menunggu buku ketiganya T___________T

Monday, July 30, 2012

Kirsty Moseley - The Boy who Sneaks in My Bedroom Window

Title : The Boy who Sneaks in My Bedroom Window
Author : Kirsty Moseley
Publisher : Createspace
Published Date : April 2012
Pages : 256
Genre : Young Adult Romance
Overall rate : 2.5 of 5











SYNOPSIS : 
Amber Walker and her older brother, Jake, have an abusive father. One night her brother's best friend, Liam, sees her crying and climbs through her bedroom window to comfort her. That one action sparks a love/hate relationship that spans over the next eight years.

Liam is now a confident, flirty player who has never had a girlfriend before. Amber is still emotionally scarred from the abuse she suffered at the hands of her father. Together they make an unlikely pair.
Their relationship has always been a rocky one, but what happens when Amber starts to view her brother's best friend a little differently? And how will her brother, who has always been a little overprotective, react when he finds out that the pair are growing closer? Find out in The Boy Who Sneaks In My Bedroom Window.

REVIEW :
As the title say, it's a story about the boy who sneaks in a girl bedroom via window. The story is sweet, too damn sweet actually. That's why I only gave 2.5 stars.

Liam is a man drop-dead-gorgeous and too good to be true. He even didn't have weakness for God sake! Even Harlequin gives a weakness to the man character. Roarke which is a dreaming man for almost every women who know J. D. Robb's character, has several weaknesses.

I don't like Amber's character too when she wanted to get an abortion. Arghhhh... He/She's your baby, why you didn't have any responsibilities for what you had done? Geez! But, I must admit that she's clever when he lured her father to tell the truth.

There are several lack for logic in this story. But I'll go just with the character not the story. If you like sweet story, sweeter than Harlequin, you should try this. Just enjoy the story, don't be like me.

Tuesday, May 29, 2012

Christian Simamora - Good Fight

Judul : Good Fight
Penulis : Christian Simamora
Penerbit : GagasMedia
Tanggal Terbit : Maret 2012
Genre : Contemporary Romance
Overall rate : 4 of 5











SINOPSIS:
Dia tak benar-benar mencintaimu, kau dan aku sama-sama tahu itu.
Dibawakannya kau bunga, tetapi bukan kesukaanmu. Digenggamnya jemarimu, tetapi tidak cukup mesra. Dia mencium bibir indahmu, lalu cepat-cepat menyudahinya.

Puaskah kau dengan cinta seperti itu?
Sampai kapan kau terus duduk di situ, menunggu dia berbalik menginginimu?

Berhentilah mengabaikanku.
Tak bisakah kau memberiku kesempatan juga? Lirik aku sebentar saja. Dengarkan aku sebentar saja. Biar aku buat kau percaya, hanya aku yang bisa membuatmu bahagia.

Hanya aku—bukan dia.


REVIEW:
Thanks to temenku yang mau meminjamkan buku ini. Bahkan aku juga yang merobek bungkusnya dan membacanya pertama kali padahal dia yang beli. Wakakakakaka..

Akhirnya Christian Simamora membuat dobrakan di dunia pernovelan remaja Indonesia. Cukup banyak adegan hot tapi tidak se-hot novel-novel Historical Romance yang menjadi salah satu karya Johanna Lindsey (merupakan salah satu penulis favorit si Christian loh, favoritku juga =P).
Sepertinya Christian juga melihat budaya Indonesia seperti apa =)

Oke, ceritanya bermula dari Teresia yang selalu bertengkar dengan Jet. Tiap kali mereka bertemu, Jet pasti selalu mengganggunya, membuatnya marah, tapi Jet sendiri tidak pernah terpancing dengan omongan Tere. Bagaimana Tere gak kesal? Dirinya serasa tabung gas 3 kg yang disulut dikit langsung meledak..

Tapi semua itu berubah ketika mereka tahu mengenai hubungan masing-masing dan saat mereka terperangkap di lift bersama. Sejak saat itu, Tere mulai melihat Jet dari sudut yang berbeda dan mereka mulai menoleh ke dalam hati masing-masing. Apa arti dari orang yang ada di hadapan mereka ini? Kenapa Tere merasa berdebar-debar? Kenapa Jet gak bisa berhenti berusaha untuk mendekati Tere? Lalu bagaimana dengan hubungan mereka dengan kekasih mereka saat itu?


Yah, aku acungin jempol buat Christian, dia dapat membuat cerita yang sebenarnya simple dan cerita sehari-hari tapi konflik yang bertubi-tubi itu bikin emosi jadi naik-turun. Baru berapa halaman ketawa-ketawa ato senyum, eh di halaman berikutnya udah dibikin kesel ama sikap Jet ato Tere.

Overall, I really like the story and both characters. Witty and Spicy..
Gak sabar nunggu karya Christian berikutnya.


Untuk penerbit, cover GagasMedia emang belum ada tandingannya. LOVE IT SO MUCH! Tapi ya itu, typo-nya masih ada sih walaupun tidak banyak dan tidak mengganggu. Hanya sekedar catatan saja supaya ke depannya semakin baik.

Tuesday, May 22, 2012

Brigid Kemmerer - Elemental [Elementals #0.5]

Judul : Elemental
Seri : Elementals #0.5
Penulis : Brigid Kemmerer
Terbit : Maret 2012
Penerbit : K Teen (Kensington)
Genre : Young Adult; Fantasy
Overall Rate : 3.5 of 5











Seri Elementals bercerita tentang Merrick Brothers yang memiliki kekuatan empat unsur utama: tanah, udara, air, dan api.
Cerita kali ini tentang Michael Merrick, kakak paling tua yang menguasai unsur tanah. Dia dapat menumbuhkan rumput, membelah tanah, menghancurkan kota di mana tempat dia tinggal, hanya jika emosinya diganggu.

Michael diminta untuk menjauhi keluarga Morgan karena dirinya telah memukul salah satu anggota keluarga tersebut, Tyler. Kebencian tumbuh pada dirinya disebabkan karena orang lain langsung menuduh bahwa dirinya lah yang membuat mata anak itu menghitam.

Michael hanya dapat menahan diri atas permintaan kedua orang tuanya dan karena dirinya masih peduli akan keluarganya walaupun dia berharap dirinya dapat pergi keluar, biar saja dia diburu dan dibunuh selama keluarganya tidak diganggu.

Tapi hal itu tidak bertahan lama sampai dia bertemu dengan Emily Morgan, kakak perempuan Tyler. Perempuan itu dapat melihat siapa dirinya, walaupun pada bagian awalnya mereka sempat bertengkar karena Emily mengatakan kepada orang tuanya bahwa dia bertemu dengan Michael, orang tuanya tidak setuju, kemudian menelepon keluarga Merrick (kayak anak kecil banget nih keluarga Emily).

Untungnya sih Michael dan Emily bisa saling memahami satu sama lain dan itu mendekatkan mereka. Belum lagi Michael mengajari Emily cara memukul bola. Dari sana lah muncul getar-getar perasaan.

Tapi ternyata itu semua pun masih diganggu oleh Tyler. Hadeeehhhhh... Beneran deh, adik Emily satu ini minta dihajar.

Endingnya bikin penasaran

Bagaimana ya kelanjutan mereka? Semoga nanti ada bukunya sendiri karena porsi untuk mereka berdua ini sedikit banget

Semoga diterbitkan di Indonesia deh seri ini. Bagus ^^
Percakapan yang paling aku suka:
He leaned in. "I come here every Wednesday and Friday."
Emily nodded.
"You going to try to kill me every time?"

Tuesday, May 8, 2012

Suzanne Collins - The Hunger Games [Hunger Games #1]

Judul : The Hunger Games
Seri : The Hunger Games #1
Penulis : Suzanne Collins
Penerbit : Gramedia
Ukuran : 13.5 x 20 cm
Tebal : 408 halaman
Terbit : Maret 2012
Genre : Young Adult; Fantasy
Overall rate : 3.5 of 5








Sinopsis :
Dua puluh empat peserta. Hanya satu pemenang yang selamat.

Amerika Utara musnah sudah. Kini di bekasnya berdiri negara Panem, dengan Capitol sebagai pusat kota yang dikeliling dua belas distrik. Katniss gadis 16 tahun tinggal bersama adik perempuan dan ibunya di distrik termiskin di Distrik12.

Karena pemberontakan di masa lalu terhadap Capitol, setiap tahun masing-masing Distrik harus mengirim seorang anak perempuan dan anak lelaki untuk bertarung sampai mati dan ditayangkan secara langsung di acara televisi "The Hunger Games". Hanya ada satu pemenang setiap tahun. Tujuannya adalah: membunuh atau dibunuh.

Ketika adik perempuannya terpilih mengikuti Hunger Games, Katniss mengajukan diri untuk menggantikannya. Dan dimulailah pertarungan yang takkan pernah dilupakan Capitol.

Review:
Hmmm... Aku menonton film Hunger Games baru baca novelnya. Well, untung nonton dulu karena ada beberapa cerita yang berbeda dengan bukunya. Lagipula, menonton itu membantuku menggambarkan peperangan yang terjadi antarpeserta di dalamnya.

Sadiskah cerita ini? Tidak juga menurutku. Ceritanya lebih ke psikologis buat aku karena menceritakan apa yang akan dilakukan orang untuk tetap bertahan hidup. Banyak ajarannya sebenernya di buku ini.
Tapi ada adegan sadis, pas bagian Cato dan mutan (bagian ini gak terlalu diperlihatkan di filmnya)

Sisanya yahhhh... standar lah, karena pesertanya juga 12-18 tahun. Gak mungkin yang sadis-sadis.

Menyentuhkah ceritanya? Yep. Banget. Aku suka banget sama karakter Rue. Cukup sedih sih dengan kejadian yang menimpa gadis kecil itu.
Romance-nya gimana? Sumpah ya, rasanya pengen gaplok si Katniss. Masa sih dia gak bisa bedain mana yang cuma akting, mana yang serius. Arghhhh.. Kan kasian si Peeta.

Tapi, aku bukan pendukung Peeta, aku pendukung Gale. Haduhhhh... Kalau lihat cara Katniss menggambarkan Gale, pria itu adalah orang yang amat sangat dependable, dewasa, baik, rela melakukan apa saja buat Katniss. Kyaaaaaa...

Yang aku kurang suka dari buku ini adalah:
1. Cover, aku ngerasa terlalu kaku dan kurang berseni padahal ceritanya cukup berseni. Hahahahaha..
2. Typo, yah ada beberapa sih, tapi gak terlalu mengganggu.
3. Ceritanya sendiri kurang tegang buatku. Perasaan dikejar-kejar itu nyaris tidak ada. Yang ada cuma bertahan hidup, bukan peperangannya. Hahahahahaha..

Kayaknya di antara nyaris semua pecinta novel yang menjadi temanku di dunia maya sudah membaca buku ini. Jadi merasa ketinggalan banget...
Sebenernya kalau bukan karena gembar-gembor para BBI-ers mengenai novel ini, mungkin aku tidak akan meliriknya. Jujur, buku ini sebenernya bukan tipeku. Untung temenku membelikannya untukku sebagai hadiah

Tapi bukan berarti aku tidak mau membaca seri berikutnya loh. Aku penasaran dengan Gale, nasib Katniss dan Peeta, serta Capitol. Apa yang bakal mereka lakukan atas perlakuan Katniss yang menunjukkan sikap membangkang?
Penasarannnnnnn...