Tuesday, December 3, 2013

Mira W. - Segurat Bianglala di Pantai Senggigi

Judul : Segurat Bianglala di Pantai Senggigi
Penulis : Mira W.

"Pacarnya banyak?"

"Dari Sabang sampai Merauke!"

"Semuanya nggak tahan lama?"

"Tahan sembilan bulan sepuluh hari aja, pasti udah masuk Guinness Book of Records!"

"Dia nggak pernah serius pacaran?"

"Kalau Asri bisa serius, rasanya kita nggak perlu lagi PBB! Mendingan tu gedung megah diubah aja fungsinya jadi tempat seminar! Di Jakarta kan sekarang cari tempat seminar aja susah! Cari kutu aja diseminarin sih!"

Asri, Lestari, dan Lindung, jebolan SMA di Jakarta yang tergabung dalam trio ALL. Di Pantai Senggigi yang indah dan di Gunung Rinjani yang misterius, trio yang punya motto One for All and All for One ini bertualang memuaskan jiwa remaja mereka.

Asri yang tak pernah serius pacaran, bertemu seorang pemuda Sasak yang gagah, pemandu pendakian Rinjani dari desa Seranu. Sementara Lestari yang alim, terlibat cinta segitiga dengan seorang pemuda Jerman dan pacarnya yang tiba-tiba menyusul ke Lombok.

Suasana tambah kisruh dengan munculnya ayah Asri dan saudara kembarnya...

Wednesday, November 6, 2013

Mira W. - Dua Kutub Cinta

Judul : Dua Kutub Cinta
Penulis : Mira W.
Penerbit : Gramedia
Tanggal Terbit : Juli 2008
Genre : Contemporary Romance
Overall rate : 3 of 5

Banyak cowok keren di sekolah. Tapi tidak ada yang membuat Mariska tergila-gila.
Kata abangnya karena dia sudah gila beneran.Tapi Rival beda. Mariska mengejar-ngejar cowok blasteran Indo Portugis itu dari Jakarta sampai Lisbon.
Tidak peduli dia hampir mati tenggelam atau berubah jadi hantu es. Sampai suatu saat dia terombang-ambing di antara dua kutub, ini cinta atau cuma obsesi?

Buku ini aku beli karena harganya cuma 15k. Hahahahah... Lagi ada pameran buku gitu di La Piazza, Jakarta. Banyak buku lain yang aku beli juga sih, tapi aku review di blog satunya :)

Dua Kutub Cinta ini bisa dibilang versi Harlequin Indonesia. Keren ya judulnya? Aku selalu salut sama Mira W. bisa menciptakan judul yang puitis =) Btw, Mira W. ini adalah salah satu penulis Indonesia favoritku sejak zaman SMA. Bukunya tipis-tipis, enak deh dibacanya, dan pastinya mengaduk emosi.

Bercerita tentang cinta pertama Mariska yang tak pernah padam sampai rela mengejar Rival dari ujung ke ujung. Gaya bercerita Mira W. sangat menggambarkan perjuangan Mariska untuk mendapatkan cinta Rival. Aku sampai gregetan kesal karena Rival kok tega banget sama Riska dan Riska kok buta banget sampai menutup mata dan pintu hatinya hanya demi satu cowok ini.

Dan sebuah kejadian menyadarkan Riska apakah sebenarnya dia memang mencintai pria itu atau hanya sekedar obsesi remaja saja.

Friday, August 30, 2013

Ninit Yunita - Test Pack

Judul : Test Pack
Penulis : Ninit Yunita
Penerbit : Gagasmedia
Tahun Terbit : 2010
Halaman : 202
Genre : Contemporary Romance
Overall rate : 3 of 5

SEBAGIAN dari kita mungkin ada yang mencintai seseorang karena keadaan sesaat. Karena dia baik, karena dia pintar, even mungkin karena dia kaya. Tidak pernah terpikir apa jadinya, kalau dia mendadak jahat, mendadak tidak sepintar dahulu, atau mendadak miskin.

Will you still love them, then?
That's why you need commitment.
Don't love someone because of what/how/who they are.
From now on, start loving someone,
because you want to.

Tuesday, July 9, 2013

Ika Natassa - Antologi Rasa

Judul : Antologi Rasa
Penulis : Ika Natassa
Penerbit : Gramedia
Tanggal Terbit : September 2012
Halaman : 344
Genre : Contemporary Romance
Overall rate : 1 of 5

HARRIS
We’re both just people who worry about the breaths we take, not how we breathe. How can we be so different and feel so much alike, Rul? Dan malam ini, tiga tahun setelah malam yang membuat aku jatuh cinta, my dear, dan aku di sini terbaring menatap bintang-bintang di langit pekat Singapura ini, aku masih cinta, Rul. Dan kamu mungkin tidak akan pernah tahu. Three years of my wasted life loving you.

RULY
Yang tidak gue ceritakan ke Keara adalah bahwa sampai sekarang gue merasa bahwa mungkin satu-satunya momen yang bisa mengalahkan senangnya dan leganya gue subuh itu adalah kalau suatu hari nanti gue masuk ke ruangan rumah sakit seperti ini dan Denise sedang menggendong bayi kami yang baru dia lahirkan. Yang tidak gue ceritakan ke Keara adalah rasa hangat yang terasa di dada gue waktu suster membangunkan gue subuh itu dan berkata, “Pak, istrinya sudah sadar”, dan bahwa gue bahkan tidak berniat sedikit pun untuk mengoreksi pernyataan itu. Mimpi aja terus, Rul.

KEARA
Senang definisi gue: elo tertawa lepas. Senang definisi elo? Mungkin gue nggak akan pernah tahu. Karena setiap gue mencoba melakukan hal-hal manis yang gue lakukan dengan perempuan-perempuan lain yang sepanjang sejarah tidak pernah gagal membuat mereka klepek-klepek, ucapan yang harus gue dengar hanya, “Harris darling, udah deh, nggak usah sok manis. Go back being the chauvinistic jerk that I love.” That’s probably as close as I can get to hearing that she loves me.

Tiga sahabat. Satu pertanyaan. What if in the person that you love, you find a best friend instead of a lover?

--

**SPOILER ALERT**
Wah, baru pertama kali nih baca novel aku kasih satu bintang. Aku suka dengan gaya penulisan Ika Natassa, tapi kenapa di Antologi Rasa (AR) ini dia menciptakan karakter yang sangat tidak aku sukai? Rasanya pas udah setengah buku, bukunya pengen aku lempar ke tembok (literally), cuma gak bisa karena nih buku pinjam punya Mbak Dewi =P

Jika di buku A Very Yuppy Wedding, Divortiare, dan Twivortiare, aku mengalami semua perasaan dan klepek-klepek sama semua karakter cowoknya (Oh, Beno! Oh, Adjie!), di AR, semua karakternya pengen aku tendang jauh-jauh. Di AR, yang pengen aku bilang ke karakternya tuh "Get grip of yourself and move on! Damn!"

Berikut adalah urutan ketidaksukaanku pada karakternya diurutkan dari yang paling tidak terlalu menyebalkan:

Wednesday, July 3, 2013

Brigid Kemmerer - Storm [Elemental #1]

Judul : Storm
Seri : Elemental #1
Penulis : Brigid Kemmerer
Penerbit : Mizan
Tahun terbit : Mei 2013
Halaman : 556
Genre : Fantasy Romance
Overall rate : 3 of 5

Empat bersaudara Merrick memiliki anugerah empat elemen berbeda-beda: air, angin, api, dan tanah. Mereka selalu berusaha agar tidak mencolok dan tidak menarik perhatian para Pemandu yang setiap waktu siap membawa para pengendali elemen yang dianggap mengancam keselamatan manusia. Namun, kehadiran Tyler dan Seth, musuh keluarga Merrick, memperkeruh keadaan. Mereka terus berusaha memancing amarah Merrick bersaudara dengan alasan pembalasan dendam keluarga.

Merrick bersaudara hampir selalu bisa menghindari segala masalah, hingga saat Becca hadir di tengah pertikaian mereka. Chris yang jatuh cinta pada Becca tidak bisa lagi mengendalikan kekuatannya setiap kali dirinya harus menyelamatkan Becca. Dan, ketika Chris berusaha mengendalikan kembali kekuatannya, segalanya telah terlambat karena Sang Pemandu telah mencium kekuatan mereka.

--

Covernya kenapa cewek ya? Kan Merrick bersaudara ini cowok semua. Agak kecewa sih karena kurang menggambarkan bukunya walaupun aku suka sama warna dan tulisannya.

Di dunia ini ada 5 bagian elemental, tanah, air, api, angin, dan jiwa. Semua orang memiliki kemampuan pengendalian, namun Merrick bersaudara adalah yang terpilih karena mereka tepat berada di sudut elemental itu sehingga kemampuan mereka terhadap alam jauh lebih tinggi.

Titik kelima yaitu jiwa, adalah orang-orang yang memiliki kemampuan spiritual dan mereka lah yang menjadi Pemandu. Orang yang memiliki tanggung jawab untuk memusnahkan para pengendali yang berada di titik sudut ketika orang-orang tersebut menunjukkan sikap berbahaya.

Secara keseluruhan ceritanya menyenangkan dan mengalir dengan baik. Aku suka dengan intrik masa lalu yang muncul dan menyimpan banyak rahasia yang terungkap di menjelang akhir. Yang bikin aku sakit hati adalah yang terjadi dengan Michael. Aku sudah baca prequel yang menceritakan tentang pengendali tanah itu. Di buku ini, dia memiliki kisah yang cukup tragis. Hhhhhh...

Mengenai tokoh utamanya... hmmmm... menurutku kurang dominan ya. Kisahnya kayak terbagi rata antara Chris, Hunter, dan Becca. Malah menurutku lebih banyak cerita Becca-nya daripada Chris. Sangat disayangkan sih. Walaupun begitu, aku menikmatinya kok ^^

Romansanya juga gak terlalu kental sih untukku. Lebih ke romansa persahabatan. Agak kesal sih sama Becca, sebenarnya dia mau ke mana, Chris apa Hunter? Dia memberikan keduanya kesempatan yang membuatku sedikit tidak menyukai karakter ini.

Lalu mengenai terjemahan. Mungkin ini untukku sih karena aku merasa terjemahannya terlalu formal. Agak aneh untukku membaca percakapan di mana karakternya sedang marah dengan menggunakan kata "kamu". Aku sih lebih suka menggunakan kata "kau" karena sedikit lebih kasar :) Oh ya, aku juga membaca kata "celana jin", dalam bayanganku, celana jin itu yang gembung gitu loh, padahal maksudnya celana jins *sigh*

Overall, urban fantasy yang cukup menyenangkan untuk dibaca. Ringan walaupun halamannya cukup tebal.

Sunday, June 30, 2013

Ika Natassa - A Verry Yuppy Wedding

Judul : A Very Yuppy Wedding
Penulis : Ika Natassa
Penerbit : Gramedia
Tanggal Terbit : Oktober 2007
Halaman : 288
Genre : Contemporary Romance
Overall rate : 3 of 5

Ika Natassa melalui bukunya yang sudah aku baca sebelumnya, yaitu Divortiare dan Twivortiare, telah membuatku menyukai cara penulisannya. Tak terkecuali buku satu ini.

A Very Yuppy Wedding (AVYW) adalah karya pertama Ika Natassa. Dan memang terasa sih perbedaan Divortiare dengan AVYW. Cara Ika bercerita dalam bukunya, makin lama semakin baik karena membuat pembacanya ikut merasakan perasaan karakter.

Kalau dalam Divoritare dan Twivortiare aku jatuh cinta dengan Beno Wicaksono, di AVYW aku jatuh cinta dengan Adjie. Pria satu ini emang too good to be true dan tiap wanita pasti menginginkan karakter pria satu ini. Perhatian, cemburu dalam kapasitas yang pas dan menggemaskan, penyayang, dan memahami pasangannya dengan baik.

Andrea di lain pihak sama kayak Lexie yang menyebalkan dan gila shopping. Dua karakter wanita ini emang beruntung banget bisa dicintai pria yang sempurna.

Satu hal yang membuatku salut dengan Ika adalah dia mengambil profesi pemeran utama yang sangat dimengertinya dengan baik. Sehingga pembaca juga jadi memahami pekerjaan seorang account manager yang menjadi pekerjaan Andrea.

Ika juga menangkap dengan baik karakter wanita karir saat ini. Aku salut sama Adjie yang mau berkompromi dengan Andrea mengenai siapa yang resign. Biasanya dibuat si wanita yang langsung resign tanpa ba-bi-bu.

Mengenai romance-nya, wah jangan ditanya deh. Walaupun tidak sebagus dua buku yang aku baca sebelumnya, AVYW tetap membuatku senyum-senyum dan gregetan juga. Terutama di bagian ending yang rasanya mengiris-iris hati ini *cekileh*

Overall, a great debut novel. Sebaiknya aku mulai mencari boxset Ika Natassa nih. Atau ada yang mau memberikannya secara gratis untukku? Heheheheheheh...

Monday, June 10, 2013

Rangga Wirianto Putra - The Sweet Sins

Judul : The Sweet Sins
Penulis : Rangga Wirianto Putra
Penerbit : Diva
Tanggal Terbit : Oktober 2012
Halaman : 428
Genre : LGBT; Contemporary Romance
Overall rate : 4 of 5


Setelah sekian lama, baru hari ini aku membaca sebuah novel yang dapat membuatku meneteskan air mata.

Reino bertemu dengan Ardo dalam kondisi yang menyedihkan. Reino babak belur dan Ardo yang kebetulan melihatnya, merawat mahasiswa itu. Reino mendapatkan kebersamaannya dengan Ardo membuatnya utuh. Hatinya yang kosong, terisi dengan penuh saat bersama pria pembawa acara tersebut.

Dan ketika keduanya menyadari penyimpangan dan perasaan mereka dan berusaha untuk menjalaninya bersama, sebuah rintangan menghalangi usaha mereka.

Penulis cerita LGBT yang aku tahu di Indonesia adalah Andrei Aksana dengan Lelaki Terindah-nya. Namun, kini bertambah lagi penulis yang aku tahu yang menceritakan penyimpangan seksualitas manusia, yaitu Rangga Wirianto Putra.

Menurutku sepertiga bagian pertama agak sedikit membosankan. Cerita mengenai pertemuan Rei dan Ardo, dan bagaimana mereka akhirnya menyatakan perasaan masing-masing. Namun setelah kebersamaan mereka, di situ lah ceritanya mulai mencabik-cabik dan air mataku pun menetes. Cinta bukan hanya mengenai perjuangan dan mempertahankan, tapi juga mengenai melepaskan.

Hati manusia mana yang tidak terluka ketika mereka diminta untuk memilih antara kebahagiaannya atau permintaan orang tua yang sudah sekarat? Hati pasangan mana yang tidak ikut terluka melihat pasangannya sengsara? Dan hanya ada satu pilihan, melepaskannya.

Melepaskan orang yang kita cintai adalah memang bukti dan pengorbanan yang paling besar bahwa kita mencintainya. Baca cerita The Sweet Sins ini membuatku memahami banyak perspektif mengenai mencintai dan hidup.

Menutup buku ini rasanya masih sakit, tapi sakit yang bisa dipahami. Aku suka dengan endingnya yang bisa dibilang adil bagi kedua belah pihak walaupun aku berharap keduanya dapat menemukan kebahagiaan di masa mendatang. So, two thumbs up untuk Rangga yang berhasil merangkum cerita dengan emosi yang menghanyutkan.

Oh ya, novel ini cukup vulgar ya buatku. Ada beberapa penggambaran adegan seksual. Terus percakapannya juga cukup blak-blakan dan mungkin bagi beberapa orang agak kasar. Lalu ada satu hal yang mengganggu aku, yaitu kata-kata "Sayangnya aku sedang apa?" Kata 'sayangnya aku' itu kenapa gak pakai kata 'sayangku' aja ya? Heheheheheh...

Overall, it's a nice story dan emosi karakternya benar-benar terasa :)

P.S.: Terima kasih kepada Mas Dion dan Diva Press yang telah memberikan aku kesempatan untuk membaca dan mereview novel ini :)